AKIBAT STATEMENT KETUA PWI RIAU ZULMANSYAH SEKEDANG  BUAT GADUH DI MERANTI

banner 160x600

riaubertuah.id

Pekanbaru  (riaubertuah. co.)  -  Terkait kata sambutan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau,  Zulmansyah Sekedang dalam seminar Jurnalistik tentang keberadaan Media Online Indonesa (MOI) , Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PWRI-B Meranti melalui Ketua Nurul Fadly  minta Ketua PWI Riau jangan menjadi provokator untuk mengadu domba antar organisasi profesi journalis yang ada di Meranti, dengan bahasa yang tak elok didengar ada niat buruk apa sebenarnya”, tegas  Nurul Fadly di acara pelatihan journalistik yang ditaja oleh Pekanbaru Journalis Center (PJC) di RR Cafe Marpoyan Sabtu (7/9/2019).

Lebih lanjut Nurul Fadly, menyampaikan sebelum kedatangan Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang  kampung kami aman, damai dan saling bergandeng tangan antar sesama organisasi saling berangkulan seiring sejalan tetap menjaga tutur sapa. Namun kedepanya suasana kondusif ini belum tentu akan terus terjaga gara-gara susu setitik rusak nila sebelanga, kalau tak pandai menjaga rasa bagus tak usah datang ke kampung  orang”, ungkap Ketua DPC PWRI-B Meranti ini dengan mimik muka berang.

Lebih lanjut Ketua PWRI-B Meranti Nurul Fadly, di acara pelatihan journalistik yang ditaja oleh Lembaga Pendidikan Wartawan Pekanbaru Journalis Center (PJC) di RR Cafe Marpoyan Sabtu (7/9/2019) dengan tema “Strategi Wartawan Menghindari Kekerasan Taati Kode Etik, Menulis Dengan Santun”. Perilaku apa yang sebenarnya ingin dipertontonkan oleh Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang dihadapan khalayak Meranti yang hadir dalam kegiatan tersebut?”, ucap pria berbadan tegap ini penuh tanya.

“Tidak sewajarnya beliau (Ketua PWI Riau-red) membicarakan hal semacam itu didalam forum umum kecuali dilingkungan internalnya, organisasi yang jelas itu cuma 3 yang sudah terverifikasi di Dewan Pers sedangkan yang lain itu belum jelas jika bicara  UU dan peraturan kami juga punya alasan. Tindakan dan ucapan Ketua PWI Riau tidak wajar dan tidak baik kita semua berangkat dari profesi yang sama journalis tolong hargai profesi kita ini. Organisasi yang ada adalah sebagai wadah tempat kawan-kawan berkumpul jangan sampai ada persolan, setiap kawan-kawan seprofesi wartawan bebas memilih organisasi kewartawanan yang disukainya ini negara demokrasi”, ucapnya dengan nada tegas.

“Jangan cederai hak-hak setiap warga negara didalam kebebasanya untuk memilih atau menyampaikan pendapat”, tutup Ketua DPC PWRI-B Meranti.

Pernyataan  tegas Wakil Ketua  DPC PWRI-B Riau, Nurul Fadly berawal dari kata sambutan yang disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, saat mengelar seminar jurnalistik dengan tema “Peranan Wartawan Dalam Mendorong Pembangunan Negeri” di ballroom Hotel Grand Meranti,Rabu,(04/09/2019) di Selat Panjang.

Dimana dalam sambutan Ketua PWI Riau,  Zulmansyah Sukedang dihadapan Forkompida, TNI  kepolisian,Imigrasi,mahasiswa,siswa,Ormas,dan bahkan Organisasi Pers di Kabupaten Kepulauan Meranti  menyampaikan  ada 40 (Empat Puluh Organisasi) yang belum terverifikasi Dewan Pers dan sedang berjuang untuk mendapatkan pengakuan tersebut.

Namun sangat disayangkan dalam forum resmi yang dihadiri Forkompida Kepulauan Meranti dan undangan lainnya, Ketua PWI Riau membahas keberadaan dan latarbelakang lahirnya Organisasi Media Online Indonesia (MOI) Riau yang sebenarnya bukan topik utama dari acara itu. 

Dan bahkan Ketua PWI Riau menyampaikan “ada Organisasi MOI, itu pecahan dari IMO, dan pecah lagi menjadi AMOI jelasnya  sedikit tertawa seolah-olah melecehkan keberadaan MOI di Riau  sehingga menimbulkan ketersingguan rekan-rekan pengurus MOI yang ada di Kabupaten Meranti. 

Bukan itu saja,  sikap arogansi  Zulmansyah juga ditampilkan saat  membeberkan urusan pribadi ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW-MOI) Riau Nazara,SE yang sedang bertengkar dengan salah satu rekannya.

Diacara dialog Sekretaris DPC MOI Meranti Edi Syachputra,Amd.Kom sempat mempertanyakan apa maksud dari pernyataan beliau terkait filosofi MOI dan urusan pribadi Ketua DPW-Riau didepan Forum resmi tersebut.

Namun dalam dialog tersebut Ketua PWI Riau berkelit tidak bermaksud menyinggung Organisasi manapun, apalagi Organisasi MOI beliau sangat mengenal ketua DPW-Riau Nazara,  ia juga mengatakan organisasi yang ada di Meranti semua legal, karna sudah memiliki surat KemenKumHam.

“Saya tidak bermaksud untuk menyinggung Organisasi yang lain, apalagi MOI, saya sangat mengenal pak Nazara,dan untuk Organisasi yang ada di Meranti semuanya legal dengan memiliki surat KemenkumHam” jelasnya.

“Sekali lagi minta maaf karna telah menyinggung rekan-rekan organisasi di forum ini, terlebih untuk MOI, maksud saya menjelaskan tentang pertengkaran ketua dan rekannya itu hanya untuk pembelajaran kita bahwa kita harus kompak,bukan dengan maksud yang lain-lain.”pungkasnya.(tetiguci)