Asal Bukak Meteran, Petugas PLN Dianggap Seperti Maling

No comment 917 views
banner 160x600

riaubertuah.id

RIAUBERTUAH.ID, PEKANBARU - Diera seperti saat ini, listrik sangatlah dibutuhkan bagi setiap kalangan masyarakat di seluruh pelosok negeri ini. Tak terkecuali bagi keluarga Bapak Dedi Sugianto, warga Jalan Sekuntum Raya Perum Nuansa Griya Flamboyan RT.008/RW.001 kelurahan delima kecamatan Tampan ini mengeluh bahkan menghujat tindakan yang dilakukan oleh PLN. Dimana telah merusak KWh listrik yang ada di kediamannya tanpa ada pemberitahuan terlebih bahwa akan ada tindakan tersebut.

Dedi menuturkan, " Pada hari kamis sore saya dengan keluarga pulang kampung daerah Kampar Kuok, sebelum pergi meninggalkan rumah seperti bisa kebiasaan saya selalu mengecek ulang kondisi rumah apakah semua dalam keadaan baik dan tidak ada yg kurang sama sekali. Pukul 10 malam kami sudah sampai dikampung istri dan istirahat untuk melanjutkan perjalanan ke Sumbar dalam rangka membawa orang tua kontrol rutin karena penyakit stroke dan sampai kembali di Pekanbaru hari Senin pagi sekitar jam 7.30 WIB alangkah kagetnya saya melihat meteran listrik saya sudah tidak ada. Saat saya tanya ke tetangga mereka melihat beberapa orang dari PLN dan itu pun tetangga tidak tahu kapan orang PLN memutuskan KWh dirumah saya dan juga mereka menemukan surat dari PLN halaman rumah saya," terangnya.

"Dan istri saya ngomong kepada saya, kapan mereka menempelnya ya bi, sementara kita pergi gk ada peringat, kok tiba-tiba asal putus gini ya bi...sadis banget PLN nya cuma telat beberapa hari aja kok diputus..memang tagihan saya belum bayar bulan maret aja..tetapi didalam surat sudah tertera tagihan bulan maret dan bulan april..semenetara tagihan PLN itu closing datenya tgl 20 tiap bulan. Dan inilah yg saya rasakan, bilang pro rakyat, bilang membantu rakyat, mana buktinya malah mempersulit dan makin mempersulit aja rakyat." tutupnya tegas

 

Liputan (VD)