BUKITTINGGI, RIAUBERTUAH.ID - Sejumlah netizen di media sosial menyebutkan sketsa Taman Pedestrian Jam Gadang mirip dengan simbol Illuminati maupun mata Dajjal. Oleh karena itu Pemerintah Kota Bukittinggi membantah keras tudingan tersebut.
Kepala Bagian Humas Pemko Bukittinggi Yulman menyebut, hal ini sama sekali tak bisa dibenarkan.
"Tak benar itu, tak mungkin ada simbol seperti itu, tak mungkin pula disengajakan," ucap Yulman, Rabu 3 Oktober 2018.
Yulman menyebut, dalam desain Jam Gadang, berbentuk bulat, bukan elips seperti kata netizen.
"Desain yang mengelilingi Jam Gadang itu berbentuk bulat, yang beredar itu kan gambar dari kertas yang difoto, makanya berbentuk elips karena cara pengambilannya seperti itu," sebut Yulman.
Ia mengharapkan, warga tak latah bermedia sosial dan bijak menyikapi setiap persoalan
"Pokoknya tak benar itu, hati-hati, jangan asal berkomentar," ucap Yulman mengingatkan.
Menurutnya, Pemko Bukittinggi tidak punya niat yang tidak baik dalam nerancang dan membangun kawasan Jam Gadang.
"Kami juga takut dosa dan saya yakin tidak ada yang begitu nekat untuk merancang mata dajjal di tempat itu.
Jadi tolong ditanggapi dengan cerdas dan tidak memancing gesekan dalam kehidupan masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya netizen di Bukittinggi dihebohkan dengan sketsa desain Taman Pedestrian Jam Gadang yang beredar luas di media sosial.
Seperti pantauan di akun instagram @bukittinggiku yang ikut mengunggah sketsa tersebut pada Rabu pagi 3 Oktober 2018, banyak netizen menyebut jika gambar elips di bagian desain identik simbol illuminati ataupun mata dajjal.
"Menyerupai Illuminati (dajjal)" tulis akun @rbagusapriandi20 dalam kolom komentar.


