SIAK SRI INDRAPURA ( Riaubertuah.id ) ~ Penyelenggara Pelabuhan di seluruh Indonesia harus terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara ketat bagi semua kapal, baik kapal penumpang maupun kapal barang yang melayani pelayaran secara langsung maupun transit dari luar negeri khususnya dari negara Tiongkok dan Hongkong.
Pelabuhan Tanjung Buton Siak yang biasanya mengekspor cangkang Sawit untuk permintaan negara Jepang ,Taiwan dan Negara lainya. Kapal yang menggunakan awak kapal dari luar negeri, diduga terpapar virus Corona dari Negeri Asalnya.
PT.Samudera Siak Selaku pengelola Kawasan Tanjung Buton tidak menerima kapal yang tidak mengantongi izin dari Team KSOP Sei Pakning, kata Muhammad Rais, Manager Operasional PT.Samudera Siak.
"Seluruh kapal kami menjalankan SOP yang telah ditetapkan perusahaan, salah satunya seperti awak kapal yang memiliki suhu tubuh di atas ketentuan segera dilaporkan kepada KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut serta tidak diperkenankan untuk turun dari kapal," ujar Bob Nofitriansyah SE.MM, Direktur PT.Samudera Siak, Jumat (27/03/2020).
Menurut Bob Nofitriansyah pemeriksaan semua kapal secara ketat ini merupakan langkah antisipasi bagi penyebaran virus pneumonia berat atau virus Corona melalui pelabuhan.
“Semua kapal harus diidentifikasi dan dilakukan pemeriksaan secara ketat khususnya terhadap kapal kedatangan yang melayani pelayaran baik langsung maupun transit dari luar luar negeri khususnya dari negara yang terinfeksi virus Korona".
Selain itu, menurutnya para Penyelenggara Pelabuhan juga diwajibkan untuk segera membuat dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap dampak penyebaran virus Korona dan membentuk Tim Terpadu bersama pihak terkait seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Karantina, Bea Cukai dan Instansi pemerintah lainnya guna mencegah masuknya virus Korona melalui pelabuhan Tanjung Buton.
“Selain itu, untuk menghindari kemungkinan penularan, para personil yang bertugas di pelabuhan Tanjung Buton agar menggunakan alat perlindungan diri yang memadai selama menjalankan tugas, minimal masker dan sarung tangan,” Papar Bob Nofitriansyah.


