Demokrat belajar dari Pilgub DKI soal kehadiran poros ketiga

banner 160x600

riaubertuah.id

Penyalainews, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan peluang partainya bergabung ke koalisi pendukung Joko Widodo, Prabowo Subianto atau membuat poros sendiri masih terbuka. Demokrat melihat pengalaman Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu sebelum mengambil keputusan.

Di Pilgub DKI Jakarta, kata Roy, munculnya poros ketiga sangat menguntungkan. Poros ketiga yang diisi dua partai, Gerindra dan PKS mampu membawa Anies Baswedan-Sandiaga Uno menang di Pilgub DKI.

Anies-Sandiaga mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang didukung koalisi, PDIP, Golkar, NasDem dan Hanura. Serta pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Demokrat, PAN, PPP dan PKB.

"Benar bahwa kita sangat menyadari bahwa poros ketiga yang sama pilkada DKI waktu itu hasilnya sangat menguntungkan," kata Roy di SICC, Sentul, Jawa Barat, Minggu (11/3).

Namun, Roy mengingatkan bahwa pembentukan poros ketiga belum diputuskan. Pertemuan membahas poros ketiga di Pilpres 2019 akan terus berlanjut. Wacana pembentukan poros ketiga mencuat sejak pertemuan tiga sekjen partai yakni Demokrat, PAN dan PKB di sebuah mal di Jakarta.

"Itu memang baru inisiasi awal dan belum mau memutuskan apa-apa karena baru akan dilanjut pertemuan kedua dan ketiga yang dilakukan secara bergiliran. Rentu pertimbangan akan sangat matang," tegasnya.***red/rfm

Merdeka.com