Di pertemuan IMF-World Bank, RI akan pamerkan keberhasilan bangkit pascakrisis 98

banner 160x600

riaubertuah.id

Penyalainews, Jakarta - Pemerintah akan memaksimalkan manfaat yang dapat diperoleh saat menjadi tuan rumah pertemuan tahunan atau Annual Meeting (AM) IMF-World Bank di Nusa Dua Bali pada Oktober mendatang. Salah satunya dengan mengadakan program Voyage to Indonesia

Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman, mengatakan dalam Voyage to Indonesia akan diperlihatkan capaian-capaian yang berhasil diraih Indonesia dalam 20 tahun terakhir atau usai krisis ekonomi 1998, terutama dalam bidang ekonomi.

Dalam hal ini, kisah sukses Indonesia dalam melakukan reformasi yang membangun kekuatan dan daya tahan ekonomi Indonesia dapat menjadi masukan bagi banyak negara. Tidak hanya pada negara berkembang, tetapi juga pada negara maju yang saat ini perlu giat melakukan reformasi struktural untuk dapat mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan pasca krisis keuangan global 2008.

"Showcase apa yang sudah terjadi di Indonesia dan regional terutama ASEAN. Bagaimana sudah berkembang dari 2 dekade lalu. Keberhasilan dan kemajuan negara kita untuk menjadi stabil," kata Aida dalam acara Bincang-Bincang Media di Ruang Pers Gedung BI, Jakarta, Senin (26/1).

Kepala Unit Kerja Pertemuan Tahunan IMF- World Bank 2018, Peter Jacobs, menyatakan bahwa tema dan pesan utama yang ingin disampaikan kepada dunia adalah bahwa ekonomi Indonesia itu sudah mengalami banyak perbaikan dan semakin progresif. "Kemudian kita bisa men-showcase bahwa Indonesia mempunyai perekonomian yang akan terus berkembang," ujarnya.***red

Merdeka.com