PEKANBARU - Kekayaan sejarah dan warisan budaya menjadi bagian penting dalam membangun identitas suatu daerah. Pemerintah Provinsi Riau mendorong berbagai peninggalan sejarah dan jejak peradaban yang tersebar di Bumi Lancang Kuning untuk terus dilestarikan sekaligus dikembangkan sebagai bagian dari kekhasan budaya Riau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, mengatakan Riau memiliki sejumlah situs peninggalan sejarah yang memiliki nilai kebudayaan. Menurutnya, keberadaan peninggalan tersebut menjadi bukti panjangnya perjalanan sejarah dan peradaban yang tumbuh di Riau.
"Kita punya sejarah tua seperti Istana Kerajaan Siak. Kemudian, Kabupaten Bengkalis yang hari ini sudah lebih berusia setengah abad, kita juga punya Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar yang secara sejarahnya dari abad keempat sudah berdiri, itu semua sudah selayaknya kita lestarikan kebudayaannya," kata Sekda Syahrial Abdi di Kantor Gubernur Riau, Rabu (16/09/2026).
Ia menilai pelestarian warisan sejarah tidak hanya berkaitan dengan menjaga bangunan atau situs peninggalan masa lalu. Lebih dari itu, sejarah dan kebudayaan yang melekat pada berbagai peninggalan tersebut perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar nilai-nilai peradaban tetap terjaga.
Diungkapkan, adanya keterkaitan erat antara perkembangan peradaban Riau dengan keberadaan sungai-sungai besar yang melintasi wilayah tersebut. Sungai tidak hanya menjadi jalur transportasi dan sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai sejarah dalam pertumbuhan Riau.
"Ada suatu yang menarik tadi bahwa ternyata asal usul dan peradaban Riau tumbuh dari sungai-sungai yang ada di sini. Kita punya empat sungai besar seperti Sungai Siak, Kampar, Indragiri, Rokan. Itu punya nilai sejarah dan peradaban sendiri bagi masyarakat Riau, mungkin nanti akan kita kemas ke depan," ungkapnya.
Ia menambahkan, selain Istana Kerajaan Siak dan Candi Muara Takus, masih terdapat banyak jejak sejarah serta kebudayaan lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Riau. Potensi tersebut perlu diinventarisasi dan dikembangkan sehingga masyarakat dapat mengenali lebih banyak cerita mengenai asal-usul daerahnya.
Dengan begitu, upaya mengangkat kembali sejarah dan peradaban tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Riau sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan kebudayaan di Indonesia. Pelestarian situs sejarah, penggalian cerita lokal, serta pengenalan peradaban sungai dapat menjadi bagian dari langkah membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.
"Masih banyak lagi berbagai sejarah di Riau yang sangat memiliki nilai kebudayaannya. Mungkin nanti sejarahnya akan kita bersama-sama angkat lagi dan kemudian menjadi ciri khas dari Provinsi Riau," tuturnya.


