PERJUANGAN BABINSA ARUNGI SUNGAI SUBAYANG MEMERIAHKAN HUT KE-74 RI DESA AUR KUNING

banner 160x600

riaubertuah.id

 

KAMPAR KIRI HULU, RIAUBERTUAH.ID - Demi pengabdiannya kepada negara Danpos Kecamatan Kampar Kiri Hulu Koramil 05/Kampar Kiri Pelda Rudi M Tanjung, mengantar Koptu Agus Riono Babinsa Desa Aur Kuning ke dermaga Gema menuju Desa yg ditemani masyarakat Aur kuning sebagai penjemput Babinsa yang akan menjadi komandan Upacara Hari Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonasia di Desa Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Tidaklah mudah untuk mencapai desa tersebut, untuk bisa sampai di lokasi Babinsa Desa Aur Kuning melakukan perjalanan dengan menggunakan perahu sampan.Wilayah yang ditempati warga itu masih masuk dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM). Sehingga sarana infrastruktur jalan sangat minim. Bahkan warga belum merasakan yang namanya sarana komunikasi telepon seluler, apalagi jaringan internet.

Kades Aur Kuning Bpk Damri meminta Babinsanya untuk menjadi Komandan Upacara Hari Ulang Tahun(HUT) Ke-74 Republik Indonesia(RI) di Desa Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Babinsa Koptu Agus Riono kesana menggunakan sampan pancung atau yang disebut Jonson oleh masyarakat setempat.

Lebih kurang 2 jam, Koptu Agus Riono melintasi Sungai Subayang dari Desa Gema ke Desa Aur Kuning bersama masyarakat utusan dari kades untuk menjemput Babinsa.

"Sungguh luar biasa perjalanan ke Desa Aur Kuning ini. Naik jonson satu-satunya transportasi untuk sampai ke Desa itu. Dari Desa Gema kita butuh waktu dua jam lebih untuk bisa bertemu dengan masyarakat di sana," kata Agus Riono yang sempat menepi sesaat dan duduk di kayu tepi sungai.

Babinsa Koramil 05/Kampar Kiri Koptu Agus Riono mengatakan, masyarakat Desa Aur Kuning yang terbilang terisolir ini sangat ramah. Mereka hidup sederhana dan menjaga hubungan kekeluargaan dengan sesama masyarakat.

Mereka yang mayoritas bekerja sebagai petani getah ini hidup sangat sederhana. Hebatnya anak-anak mereka bisa sekolah hingga sarjana. Meskipun harus berjuang keras untuk mewujudkan cita-cita anak mereka yang ingin hidup lebih berguna lagi bagi keluarga dan daerah.

"Anak-anak yang melanjutkan pendidikan ke SMA sederajat harus pisah dari orangtua. Karena di Aur Kuning hanya ada TK, SD dan SMP. Tapi mereka berhasil dan dapat beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Inilah hebatnya masyarakat Aur Kuning," sebut Agus Riono.