PEKANBARU, RIAUBERTUAH.ID - Hingga Minggu petang, 7 Oktober 2018, Kepala Penerangan Komando Tugas Gabungan Terpadu Sulawesi Tengah, Kolonel Inf. Muh Thohir mengatakan korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami Palu tercatat 1.944 jiwa.
Lanjut Thohir, 1.059 jenazah diambil dan dimakamkan keluarganya masing-masing. Kemudian, 815 lainnya dikubur massal di wilayah Poboya, dan 35 jenazah dikubur massal di daerah Pantoloan dan Donggala. Sisanya ada 35 jenazah dimakamkan di Biromaru, Kabupaten Sigi.
"Dari catatan kami, korban hilang ada 683 orang, korban luka-luka 2.549 orang, dan 74.444 jadi pengungsi," terang Thohir, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, Senin 8 Oktober 2018.
Sementara itu, pencarian korban ditargetkan hanya sampai tanggal 11 Oktober 2018 mendatang, atau 14 hari sejak kejadian gempa dan tsunami yang menerjang Palu.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa setelah 14 hari, korban yang belum ditemukan dicatat sebagai korban hilang.
"Namun bukan berarti pencarian dihentikan total. Pencarian tetap dilakukan secara terbatas, karena personil di lokasi akan difokuskan untuk pemulihan wilayah pasca bencana," terang Sutopo.


