PAYAKUMBUH, RIAUBERTUAH.ID - Tiba-tiba Puskesmas Ibuah mendadak ramai. Dimana sebanyak 26 orang siswa/i dan 6 orang guru di SD Negeri 40 Tanjuang Gadang, Kelurahan Tanjuang Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat, diduga mengalami keracunan makanan.
Puluhan siswa/i dan 6 orang guru itu mengalami mual, pusing, panas, mencret hingga muntah-muntah setelah Kamis 27 September 2018 sekitar Pukul 9.30 Wib menyantap makanan Sup Jamur Tiram dicampur Kentang dan Telur Puyuh yang disediakan pihak sekolah dalam program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS).
"Memang sejak pulang sekolah pada Kamis tiga anak saya sudah mengeluhkan mual, pusing dan panas. Kemudian disamping panas juga mencret dan terakhir muntah-muntah. Saya awalnya mengira anak saya demam biasa sehingga saya hanya beli obat di warung. Pada Jumat 28 September 2018 hari ini salah satu anak saya tidak pergi sekolah yang duanya karena ujian mid terpaksa sekolah padahal masih pusing. Tapi sepulang dari sekolah makin muntah-muntah hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas, dan ternyata banyak yang mengalami hal yang sama," sebut Linda salah seorang Orangtua murid yang mana tiga anaknya yang bersekolah di SDN 40 Tanjuang Gadang terpaksa harus dibawa ke Puskesmas.
Junaidi Andri juga menyebut bahwa tiga anaknya masing-masing Anisa (kelas 5), Rizki Kurnia (kelas 2) dan Zainal Muhamad Arel (kelas 6) juga mengalami demam, mual dan muntah. "Anak saya tiga orang juga mengalami mual, pusing, muntah dan panas tetapi sudah mendapat penanganan medis di Puskesmas ini tadi, sekarang sudah pulang sesuai saran Dokter," ceritanya kepada awak media.
Selain itu suasana Puskesmas Ibuah silih berganti didatangi siswa dan orangtua murid untuk membawa anaknya berobat dari keracunan makanan usai menyantap makanan Sup Jamur Tiram dari sekolah. Tampak siswa yang mengalami keracunan kondisinya lemas dan sebahagian sudah diperbolehkan pulang.
Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh, Elzadaswarman di Puskesmas Ibuah menyampaikan kepada wartawan bahwa ada sebanyak 26 kasus untuk siswa dan 6 orang guru yang mengalami dugaan keracunan makanan setelah menyantap makanan tambahan dari sekolah dengan menu Sup Jamur Tiram.
"Kita menduga memang keracunan makanan, dan memang siswa yang mengalami dugaan keracunan ini mulai kelas 2-6. Jumlahnya sampai sore ini sudah 26 orang siswa dan 6 orang guru. Dan kita sudah mengambil sampel untuk dibawa ke BPOM," sebut Kadiskes bahwa semua biaya pengobatan ditanggung pemerintah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Agustian di Puskesmas Ibuah saat melihat siswa/i yang mengalami keracunan, menyebut bahwa untuk siswa yang mengalami keracunan makanan diberikan dispensasi izin sampai sembuh.
"Kita beri izin, kalau yang ujian mid, maka ujiannya bisa menyusul. Kemudian kita juga pastikan anak-anak kita sehat baru bisa pulang sesuai dengan saran dokter. Jadi kalau belum boleh pulang oleh dokter maka terus dirawat," sebut Agustion.


