Ayi Ayo Onam, Kearifan Budaya Kampar yang Tetap Eksis di Tengah Arus Modernisasi

banner 160x600

riaubertuah.id

PEKANBARU, opiniriau.com - Tradisi Ayi Ayo Onam, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Kabupaten Kampar, terutama di Kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang Seberang, Salo, Kuok, dan kawasan lainnya. 

Tradisi Ayi Ayo Onam kembali dirayakan dengan meriah setelah Lebaran Idul Fitri, tepatnya pada tanggal 8 Syawal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi Informatika & Persandian Kabupaten Kampar, Irwan AR menjelaskan bahwa tradisi ini telah menjadi bagian yang sangat dihormati dan dilaksanakan secara rutin.

"Ayi Ayo Onam dianggap sebagai hari raya yang suci dan sangat dinantikan oleh masyarakat setempat. Perayaan Ayi Ayo Onam ini biasanya diwarnai dengan semarak oleh masyarakat Kampar," kata Irwan AR, Selasa (16/4/2024).

Dalam peringatan Ayi Ayo Onam, terdapat pula tradisi Ziarah Kubur, yang merupakan bagian dari ritual keagamaan dan memiliki nilai ibadah yang tinggi karena mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia. Serta memperkuat iman dengan kesadaran akan kematian.

Tidak hanya sebagai acara perayaan, Ayi Ayo Onam juga dianggap sebagai kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi.

Pada hari tersebut, banyak masyarakat yang berada di luar daerah akan pulang kampung untuk bertemu dengan keluarga, kerabat, dan teman-teman yang jarang bertemu.

Irwan AR juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan tradisi ini. "Perayaan ini memiliki banyak nilai positif yang harus diwariskan kepada generasi mendatang, termasuk kaum milenial dan generasi Z, agar tradisi ini tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi," ujarnya. (media center riau / bts)

 

Sumber : https://mediacenter.riau.go.id/