Ketua DPRD Rohul Memohon Semua Pihak Patuhi Protokol Kesehatan

banner 160x600

riaubertuah.id

ROHUL, RIAUBERTUAH.ID - Penyebaran Virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan tren peningkatan. Sejak Agustus lalu, di Rohul sudah ditemukan 67 kasus positif dimana 15 kasus diantaranya masih ditangani di Rumah Sakit Rujukan.

Sayangnya, peningkatan jumlah kasus ini tak diikuti dengan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Masih banyak orang yang malas memakai masker atau asal-asalan mengenakannya, sekadar agar tidak tertangkap oleh petugas yang kini gencar melakukan razia.

Kerumunan orang juga muncul tak terkendali di pasar-pasar, pesta, kegiatan pemerintah, tempat wisata, cafe, bahkan saat pendaftaran Bapaslon Pilkada Rohul aturan physical distancing juga diabaikan.

Melihat situasi ini, Ketua DPRD Rohul Novliwanda Ade Putra mengaku khawatir terjadi lonjakan kasus positif yang lebih besar lagi kedepannya. Untuk itu, ia bermohon kepada semua pihak untuk menahan diri sementara waktu membuat kerumunan warga dan taat menjalankan protokol kesehatan.

“Dengan kerendahan hati saya selaku ketua DPRD bermohon kepada semua pihak untuk menahan diri sementara waktu membuat kerumunan warga. Seandainya harus tetap dilakukan kami mohon agar itu dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Ketua DPRD Novliwanda Ade Putra kepada CAKAPLAH.com.

Wanda menyadari di masa pandemi ini banyaknya agenda penting daerah seperti Pilkada dan agenda-agenda pemerintahan. Namun semua agenda itu tidak akan berguna jika ada satu nyawa masyarakat rohul yang terancam kesehatannya akibat Covid-19 ini.

“Bagi saya kesehatan dan keselamatan masyarakat itu adalah hal yang paling utama dan harus kita jaga dan kita selamatkan. Mari kita fokuskan pikiran dan energi kita untuk menekan angka penyebaran covid-19 di Rohul yang kita cintai," cakap Wanda.

Wanda juga mengajak seluruh stakeholder baik pemerintah, instansi vertikal dan juga masyarakat berganden tangan mendorong kampanye mematuhi protokol Kesehatan ini. Pelanggaran protokol kesehatan berbahaya karena bisa membentuk klaster baru.

“Jika imunitas orang-orang itu bagus, memang tidak bisa tertular corona. Namun sekarang banyak orang tanpa gejala yang tampaknya sehat tapi tiba-tiba ambruk. Ketika diperiksa dokter, ternyata ia terinfeksi virus covid-19 dan harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit,” ujarnya.

Ketika ada pasien baru, lanjut Wanda, maka akan rumit karena harus ada pengecekan kepada seluruh anggota keluarganya. Mereka harus mau melakukan tes swab agar yakin bahwa tidak tertular virus covid-19. Selain itu, masih ada tahap tracing alias penelusuran, pasien itu berkontak dengan siapa saja. Karena orang yang pernah kontak bisa jadi berstatus OTG juga.

“Ini bisa dicegah jika semua orang taat pada protokol kesehatan. Acara yang bersifat mengundang kerumunan sebaiknya ditunda atau dilakukan via online saja. Saat ini Protokol Kesehatan adalah satu-satunya Cara agar kita dapat terlindungi dan melindungi orang lain dari bahaya virus ini,” pungkas Wanda.

 

sumber : cakaplah.com